Saat mendengar kata RADAR, biasanya saya teringat dengan film-film perang. Saat adegan serangan pesawat tempur, yang disertai keriuhan di ruang pemantau RADAR.

Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan RADAR?

RADAR merupakan akronim dari Radio Detecting And Ranging. RADAR digunakan untuk mendeteksi keberadaan suatu objek dan menentukan posisinya. RADAR bekerja  menggunakan prinsip pemantulan gelombang. Saat beroperasi, RADAR akan memancarkan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan dari antena RADAR.  Gelombang ini kemudian akan dipantulkan oleh objek yang berada dalam jangkauan. Gelombang yang dipantulkan akan ditangkap kembali oleh antena RADAR. Dari gelombang yang dipantulkan inilah dapat dihitung  posisi dari objek yang memantulkan gelombang.

 Cara kerja RADAR
Gambar dari Radar Tutorial Book 1 (http://www.radartutorial.eu)

RADAR mempunyai banyak aplikasi dalam dunia penerbangan. Aplikasi RADAR secara garis besar terbagi menjadi dua. RADAR yang terpasang di pesawat terbang dan RADAR di darat yang digunakan untuk mendeteksi pesawat terbang.

RADAR yang terpasang di pesawat terbang digunakan untuk mendeteksi keberadaan pesawat lain. Tapi ini hanya terdapat di pesawat tempur. Pesawat terbang sipil tidak memiliki fasilitas ini.

Untuk pesawat sipil hanya terpasang RADAR untuk mendeteksi cuaca (weather radar).  Dengan adanya RADAR ini, pilot dapat melihat kondisi aktual cuaca yang ada di depan pesawat.

Sistem RADAR cuaca yang terdapat di pesawat terbang sipil terdiri dari beberapa komponen yaitu :

  1. Antena radar
  2. Antena drive
  3. Radar transceiver
  4. Radar control panel dan
  5. Display

  Antena radar dan drive unit
Gambar dari brosur Honeywell Primus 660

Antena RADAR berfungsi untuk memancarkan dan menangkap gelombang elektromagnetik (gelombang radio) . Antena RADAR di pesawat berbentuk piringan datar (flat plate). Gerakan antena, dikontrol oleh antena drive. Antena dan antena drive dipasang di nose radome, di hidung pesawat. Oleh sebab itu radome dibuat dari bahan komposite yang dapat melewatkan gelombang radio.

Transceiver adalah komponen yang berfungsi untuk memproduksi gelombang elektromagnet yang akan dipancarkan oleh antena (transmitter). Juga untuk mengolah gelombang elektromagnet yang dipantulkan oleh objek (receiver). Transceiver merupakan otak dari sistem radar di pesawat terbang. Transceiver terhubung dengan control panel dan  perangkat display di pesawat.

 Tampilan RADAR  cuaca di navigation display
Gambar dari brosur Honeywell Primus 660

Sistem RADAR di pesawat terhubung dengan sistem display di kokpit pesawat. Kondisi cuaca yang ditangkap oleh RADAR akan ditampilkan di navigation display. Kondisi cuaca ditampilkan  dalam 4 warna yang berbeda ; hijau, kuning, merah dan magenta. Tiap warna menggambarkan kondisi cuaca yang berbeda.  Hijau untuk kondisi cuaca yang ringan, kuning untuk sedang, merah untuk berat dan magenta untuk turbulence.

Tampilan RADAR cuaca untuk kebanyakan sistem adalah dalam 2 dimensi. Hanya tampilan dalam sumbu horizontal saja. Namun sekarang juga sudah dikembangkan RADAR cuaca yang dapat memberikan kondisi cuaca dalam 3 dimensi, yaitu dalam sumbu horizontal dan sumbu vertikal.

Tampilan RADAR cuaca dalam sumbu horizontal dan vertikal
Gambar dari : http://www.flightglobal.com/blogs/flightblogger/2008/10/a-look-inside-g650-gets-honeyw.html

Referensi :

1. Radar Tutorial Book 1 (http://www.radartutorial.eu)