Sama halnya seperti orang yang mempunyai nama, setiap pesawat juga mempunyai identitas. Identitas pesawat disebut dengan registrasi pesawat. Registrasi pesawat terdiri dari beberapa huruf atau angka yang diatur secara internasional. Sehingga tidak dimungkinkan adanya duplikasi dalam registrasi pesawat.

Pesawat Garuda Indonesia dengan registrasi PK-GPH
Gambar dari : http://www.airplane-pictures.net/image54085.html

Untuk pesawat Indonesia, registrasi dimulai dengan kode PK-xxx. Semisal PK-GFA untuk pesawat Garuda Indonesia atau PK-LFI untuk pesawat Lion Air. Saya sendiri tidak mengetahui sejarah mengapa Indonesia bisa mendapat kode PK.

Daftar registrasi setiap negara diatur oleh ICAO. List lengkap kode registrasi negara dapat dibuat di halaman wikipedia berikut : http://en.wikipedia.org/wiki/Aircraft_registration

Registrasi pesawat wajib untuk dituliskan di  fuselage pesawat sebagai identitas. Untuk pesawat penumpang komersial, umumnya ada 6 lokasi untuk registrasi. Di nose landing gear door, sayap pesawat dan di bagian ekor pesawat.

 Pesawat Lion Air, terlihat penulisan registrasi di nose landing gear door, sayap dan ekor
Gambar dari : http://www.indoflyer.net/content.asp?contentid=32882

Selain wajib dituliskan fuselage pesawat, registrasi pesawat juga terkait dengan beberapa komponen avionika.

Komponen avionika yang terkait dengan registrasi pesawat adalah :

  1. ATC Transponder ( Mode S  code)
  2. SELCAL decoder (SELCAL code)
  3. ELT ( ELT code)

Komponen avionika ini harus dikonfigurasi agar dapat menunjukkan identitas dari pesawat. Saat terjadi pergantian registrasi pesawat, karena berganti kepemilikan pesawat (sewa atau beli), maka kode registrasi pesawat di komponen tersebut juga harus dikonfigurasi ulang.

ATC Mode S code

ATC mode S terdapat pada perangkat ATC Transponder. ATC transponder dipergunakan untuk komunikasi antara pesawat dengan ATC. Juga untuk komunikasi dengan pesawat lain (TCAS).

ATC Mode S terdiri dari 24 bit kode biner. Kode mode S ini dikeluarkan oleh otoritas penerbangan sipil dari pesawat tersebut. Sama seperti registrasi, kode Mode S ini tidak memungkinkan adanya duplikasi. Mode S merupakan secondary surveilance radar (SSR).

Untuk merubah kode ATC mode S harus melakukan modifikasi di pesawat. Bergantung pada jenis pesawat, perubahan Mode S dapat dilakukan dengan merubah konfigurasi wiring (kabel) atau cukup merubah posisi switch saja.

SELCAL Code

SELCAL (selective calling) berfungsi sebagai identitas unik suatu pesawat untuk  komunikasi menggunakan gelombang VHF dan HF. Komunikasi dengan gelombang HF dan VHF menggunakan frekuensi yang sama antara pesawat yang satu dengan pesawat yang lain. Tidak ada kanal komunikasi terpisah antara pesawat yang satu dengan lain.

Oleh karena itu, apabila semisal ATC ingin berkomunikasi dengan satu pesawat saja, digunakanlah fitur SELCAL. SELCAL dapat memberikan notifikasi kepada pilot pesawat bersangkutan tentang adanya request komunikasi melalui gelombang HF atau VHF.

SELCAL control panel, lampu yang menyala akan memberikan notifikasi kepada pilot
Gambar dari: http://www.b737.org.uk

Kode SELCAL terdiri atas 4 kombinasi huruf. Dari A sampai S, dengan pengecualian huruf I, N, O. Penyusunan kode SELCAL harus mengikuti urutan alphabet. Sebagai contoh kode AB-CD merupakan kode SELCAL yang diperbolehkan, sedangkan kode CD-BA tidak diperbolehkan.

Karena keterbatasan huruf yang dipergunakan, kode SELCAL hanya mempunyai sedikit kombinasi. Oleh karenanya dimungkinkan adanya duplikasi pemakaian kode SELCAL antara pesawat yang satu dengan yang lain. Namun hal ini diminimalisir dengan cara pembagian region atau wilayah. Pesawat dalam suatu wilayah tidak diperkenankan mempunyai kode SELCAL yang sama.

Kode SELCAL terdapat pada komponen selcal decoder.  Sama halnya seperti ATC mode S, untuk merubah kode SELCAL harus melakukan modifikasi di pesawat. Perubahan kode SELCAL dapat dilakukan dengan merubah konfigurasi wiring (kabel) atau cukup merubah posisi switch saja.

ELT code

ELT (Emergency Locator Transmitter) berfungsi sebagai komponen pemancar yang bekerja dalam kondisi darurat. Semisal terjadi kecelakan pada pesawat terbang. Dengan adanya sinyal yang dipancarkan oleh ELT ini, maka posisi dari pesawat dapat diketahui, dan dapat segera dilakukan tindakan pertolongan.

Sinyal yang dipancarkan oleh ELT ini dapat dilacak satelit milik COSPAS-SARSAT yaitu lembaga SAR internasional. Yang kemudian dikoordinasikan dengan badan SAR lokal dari suatu negara.

Alur kerja COSPAS-SARSAT
Gambar dari : http://en.wikipedia.org/wiki/Emergency_Locator_Transmitter

Saat aktif, ELT akan memancarkan sinyal yang berisi mengenai identitas negara dan identitas dari komponen ELT yang terpasang. Setiap otoritas penerbangan sipil mempunyai data ELT yang terpasang pada pesawat dengan registrasi negara tersebut. Sehingga dapat diketahui identitas dari pesawat yang mengalami kecelakan dan dapat dilacak lokasinya.

Setiap ELT hanya boleh dipasang di pesawat sesuai dengan kode registrasi yang terdaftar.

Perubahan identitas pesawat di ELT tidaklah semudah merubah kode SELCAL atau Mode S. Perubahan kode ELT dilakukan pada  komponen ELT itu sendiri. Hanya  workshop komponen yang memilki otorisasi yang dapat melakukan perubahan kode ELT.

Referensi :
1. http://en.wikipedia.org/wiki/SELCAL
2. http://en.wikipedia.org/wiki/Emergency_Locator_Transmitter