Membaca berita di detikcom, kotak hitam (black box) pesawat Merpati MA-60 yang jatuh di teluk Kaimana  sudah ditemukan. Kotak hitam selalu menjadi barang pertama dicari, dalam kaitan investigasi suatu kecelakaan pesawat terbang.

Flight data recoder
Gambar dari : http://en.wikipedia.org/wiki/Flight_data_recorder

Sebenarnya apakah kotak hitam itu, berikut beberapa hal yang saya ketahui.

  1. Kotak hitam (black box) sebenarnya tidak berwarna hitam, warnanya adalah oranye. Warna oranye terlihat mencolok dibandingkan kondisi lingkungan, harapannya kotak hitam mudah ditemukan apabila dicari.
  2. Yang disebut dengan kotak hitam terdiri dari dua komponen yang berbeda, yaitu CVR (Cokpit Voice Recorder) dan FDR (Flight Data Recorder).
  3. CVR berfungsi untuk merekam percakapan flight crew, yaitu pilot dengan FO, ataupun komunikasi radio dengan petugas ATC.
  4. FDR berfungsi untuk merekam parameter-parameter dari pesawat selama terbang.
  5. Ada FDR dan CVR yang disatukan dalam satu perangkat, perangkat ini diistilahkan dengan sebutan combi.
  6. Baik FDR maupun CVR mempunyai pemancar (beacon) yang akan secara otomatis menyala dalam kondisi darurat ( terkena air, atau mengalami tumbukan keras). Pemancar inilah yang akan membantu untuk menentukan posisi dari FDR dan CVR.
  7. FDR dan CVR dirancang untuk mampu bertahan dalam kondisi yang ekstrim, suhu rendah atau tinggi, terbakar dan mengalami tumbukan keras.
  8. FDR akan mulai merekam saat engine pesawat menyala, dan berhenti merekam saat engine mati.
  9. Parameter parameter yang direkam di FDR meliputi antara lain kondisi dari flight control, kondisi engine, kondisi alat navigasi dan instrumen-instrumen pesawat terbang.
  10. Jumlah minimal parameter yang direkam di FDR terus bertambah, dari 22,34 sampai menjadi 88 parameter. (berlaku untuk pesawat besar)
  11. Standar waktu rekam untuk CVR adalah 3 jam terbang (flight hour), sedangkan untuk FDR adalah 24 jam terbang (flight hour).
  12. Media penyimpanan dalam FDR pertama kali didesain dalam bentuk magnetic tape, kemudian berubah menjadi solid state memory.
  13. Untuk menjamin FDR dan CVR dapat berfungsi, otoritas penerbangan sipil (di Indonesia adalah DKUPPU), mensyaratkan pembacaan (read out) FDR dan CVR sekali dalam setahun.
  14. Beberapa pabrikan (vendor)  besar untuk FDR dan CVR adalah Honeywell, L-3 dan SAGEM.
  15. Penemu FDR adalah seorang insinyur berkebangsaan Australia.