Komunikasi satelit salah satu pilihan untuk komunikasi pesawat, selain komunikasi HF dan VHF. Komunikasi satelit menggunakan satelit sebagai perantara komunikasi. Komunikasi satelit dapat digunakan baik untuk suara (voice) maupun data. Hal ini sama seperti komunikasi HF dan VHF.

Hal yang menjadi kelebihan komunikasi satelit adalah, luas cakupannya. Memakai satelit yang mengorbit bumi sebagai perantara, hampir tidak ditemui blank spot pada komunikasi satelit.

Berdasarkan orbitnya, satelit dapat dibedakan antara lain : geostationary orbits dan Low Earth Orbit (LEO).

Orbit satelit geostationary terhadap titik di bumi
Pictures from : http://en.wikipedia.org/wiki/Communications_satellite

Satelit dengan geostationary orbits akan mempunyai posisi yang tetap terhadap titik penerima di bumi. Tipe satelit ini berputar di daerah katulistiwa dengan kecepatan tetap,satu putaran perhari. Satelit dengan geostationary orbits banyak dipakai sebagai satelit komunikasi.

Orbit satelit dengan Low Earth Orbit (LEO)
Pictures from : http://www.satconnections.co.nz/iridium.php

Satelit dengan Low Earth Orbit (LEO) mengorbit dengan ketinggian lebih rendah, sekitar 400 km dari permukaan bumi. Karena ketinggian orbit yang rendah, satelit ini hanya dapat ditangkap dalam radius 1000 km saja. Oleh karena itu diperlukan jumlah satelit yang banyak, untuk mendukung komunikasi yang stabil.

Kelebihan dari tipe satelit ini adalah, daya sinyal yang dibutuhkan yang tidak terlalu besar dibandingkan satelit geostationary orbits. Hal ini tentu saja disebabkan oleh ketinggian orbitnya  yang rendah.

Untuk dapat melakukan komunikasi satelit, selain memasang perangkat yang mendukung di pesawat, operator juga harus berlangganan dengan provider komunikasi satelit. Sama halnya seperti kita berlangganan dengan operator telkomunikasi seluler.

Sepengetahuan saya, ada dua provider komunikasi satelit untuk pengoperasian pesawat.
Kedua operator tersebut adalah Inmarsat dan Iridium.

 

 

 

 

Inmarsat adalah provider komunikasi satelit yang berpengalaman di dunia penerbangan. Satelit yang digunakan adalah tipe geostationary orbits. Cakupan komunikasi satelit yang disediakan oleh inmarsat dapat dilihat pada peta dibawah

Peta cakupan Inmarsat swift 64 & classic aero
Pictures from : http://en.wikipedia.org/wiki/Communications_satellite

Terlihat di peta di atas, satelit dengan geostationary orbit tidak mendukung operasi di daerah kutub. Hal ini  dikarenakan satelit dengan geostationary orbit mempunyai lintasan orbit di katulistiwa.

 

 

Iridium adalah penyedia layanan komunikasi satelit dengan tipe satelit low-earth orbits (LEO).
Dibandingkan Inamrsat, Iridium terhitung masih baru di dunia penerbangan. Kalau perangkat  pesawat yang mendukung untuk Inmarsat sudah didukung banyak vendor avionics, maka perangkat untuk Iridium masih terbatas.

Namun, Iridium mempunyai keunggulan dari tipe orbit pesawatnya. Karena menggunakan low-earth orbits (LEO) maka daya sinyal yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Yang berakibat perangkat yang terinstall di pesawat lebih sederhana dan lebih ringan dibandingkan instalasi untuk Inmarsat.

Peta cakupan Iridium
Pictures from http: //www.satcomdirect.com/main/aviation-iridium-coverage.aspx

Kelebihan kedua seperti terlihat pada peta cakupan operasi Iridium, Iridium mendukung pengoperasian di wilayah kutub. Satu hal yang tidak tersedia oleh Inmarsat.

Perangkat komunikasi satelit tidak selalu terpasang di pesawat komersil. Hanya pesawat pesawat yang memerlukannya saja yang akan dilengkapi dengan komunikasi satelit. Semisal pesawat yang mempunyai rute melintasi lautan, dimana komunikasi VHF tidak tersedia dan komunikasi HF kurang dapat dihandalkan.

Hal ini juga karena biaya pengoprasiannya yang mahal. Meliputi perawatan perangakat komunikasi di pesawat dan juga biaya langganan ke provider komunikasi satelit (Inmarsat ataupun Iridium).

Referensi :

1. Wikipedia, http://en.wikipedia.org/wiki/Communications_satellite
2. Iridium website, http://www.iridium.com
3. Inamarsat website, http://www.inmarsat.com/