Pernahkah anda masuk kedalam cockpit pesawat?
Kalau belum coba lihat foto dari cockpit pesawat B737-800 dibawah ini :

Instrument didalam cockpit pesawat B737-800
Gambar dari : http://www.b737.org.uk/flightdeck737ng.htm

Pada foto diatas terlihat sedemikian banyak instrumen yang terpasang didalam cockpit pesawat. Instrumen memegang fungsi yang sangat penting dalam pengoperasian pesawat. Terlebih lagi untuk pesawat yang beroperasi menggunakan instrument flight rules (IFR).

Dari sekian banyak instrumen tersebut, ada beberapa instrumen dasar yang terpasang pada sebagian besar pesawat. Instrumen dasar tersebut adalah :

  1. Altimeter
  2. Airspeed indicator
  3. Vertical speed indicator
  4. Magnetic compass
  5. Attitude indicator
  6. Heading indicator
  7. Turn indicator

Ke-tujuh instrumen tersebut, dapat dikelompokkan menjadi tiga group instrumen, yaitu : pitot-static instruments, compass systems, dan gyroscopic instruments.

Pitot static systems
Gambar dari : FAA instrument flying handbook (FAA-H-8083-15A) chapter 3

Yang termasuk pitot-static instruments adalah altimeter, airspeed indicator dan vertical speed indicator. Ketiga instumen ini termasuk kelompok pitot static, karena memerlukan masukan (input) dari port pitot dan static agar dapat memberikan penunjukan yang valid. Pitot dan static adalah saluran (port) udara yang terpasang di bagian depan (nose) dari pesawat. Berfungsi untuk menangkap tekanan udara yang ada di luar pesawat.

Magnetic compass tentu saja masuk kedalam group compass systems. Tidak perlu dijelaskan lebih lanjut.

Dan yang termasuk kelompok gyroscopic instruments adalah attitude indicator, heading indicator dan turn indicator.

  1. Altimeter

Altimeter
Gambar dari : FAA instrument flying handbook (FAA-H-8083-15A) chapter 3

Altimeter adalah intrumen yang berfungsi untuk menunjukkan ketinggian pesawat terhadap permukaan air laut. Penunjukan altimeter diperoleh dengan mengukur perbedaan tekanan antara kapsul aneroid didalam altimeter dengan tekanan luar yang didapatkan dari port static.  Ketinggian pesawat terhadap permukaan air laut ditunjukan dalam satuan feet.

  1. Airspeed indicator

Airspeed indicator
Gambar dari : FAA instrument flying handbook (FAA-H-8083-15A) chapter 3

Airspeed indicator berfungsi untuk menunjukan kecepatan dari pesawat terhadap udara sekitar.  Kecepatan pesawat ditunjukkan dalam satuan knots. Ada juga penunjukkan kecepatan pesawat dalam satuan mach. Airspeed didapatkan dari pengukuran tekanan dinamis dari udara yang dilewati oleh pesawat. Tekanan dinamis  didapatkan dari perbedaan antara tekanan di pitot dan port static.

  1. Vertical speed indicator

Vertical speed indicator
Gambar dari: FAA instrument flying handbook (FAA-H-8083-15A) chapter 3

Apabila airspeed indicator menunjukkan kecepatan pesawat terhadap udara sekitarnya, maka vertical speed indicator akan menunjukkan kecepatan pesawat saat climb (mendaki) atau descent. Instrumen ini dapat mendeteksi perubahan tekanan udara di port static, yang disebabkan oleh perubahan ketinggian pesawat (altitude).

Saat pesawat climb, maka jarum akan bergerak keatas, saat pesawat descent jarum akan bergerak kebawah. Saat pesawat tidak mengalami perubahan ketinggian (level-off) jarum akan menunjukkan ke angka nol.

  1. Magnetic compass

Magnetic compass
Gambar dari: FAA instrument flying handbook (FAA-H-8083-15A) chapter 3

Kompas adalah instrumen yang sudah sangat kita kenal. Kompas dapat menjukkan arah dikarenakan adanya medan magnet di bumi. Hal yang sama berlaku untuk pesawat. Magnetic compass yang terpasang akan menunjukkan arah pesawat relatif terhadap utara magnet bumi.

bersambung ke posting ini

Referensi :
1.      FAA instrument flying handbook (FAA-H-8083-15A) chapter 3, unduh disini
2.      Wikipedia, http://en.wikipedia.org/wiki/Flight_instruments


About these ads